Pulang. Satu kata ini jadi buat saya binggung. Kalo artinya
sih gampang dan simpel. Habis pergi terus pulang. Pulang ke rumah. Rumah!. Iya rumah.
Nah di sinilah saya bingungnya. Rotasi hidup saya kali ini. Seru bahkan penuh
tanya jawab. Menjawab apa, ya menjawab pertanyaan kata pulang itu.
Umumnya, pulang itu pulang ke rumah. Kalo pas hari raya
istilahnya mudik. Mudik ke kampung halaman. Kampung halaman itu tempat kita
lahir. Atau tempat dimana keluarga kita pertama kali tinggal. Atau tempat
dimana banyak keluarga kita.
Nah saat ini, saya bingung ketika ditanya, mau kemana. Mau pulang?
Ia, saya mau pulang. Tapi pertayaan selanjutnya, pulang kemana? Saat ini ada 5
tempat dimana saya mengistilahkan pulang.
Pertama, ke Lumajang. Tempat saya di lahirkan dan melewati
masa-masa kecil yang indah. Tempat bermain dan tempat kenangan
kenakalan-kenakalan kecil. Tempat yang tidak terlupakan. Nah, ketika ke
Lumajang say juga bilang, mau pulan ke Lumajang. Karena di situlah saya di
lahirkan.
Ke dua, ke Bali. Kok bali. Iya, sebab sejak kecil ortu sudah
kerja di sana. Mengais rizki dan meninggalkan kampung halaman sejak tahun
1987an. Dan umur saya masih 2 tahunan. Dan saat ini, ortu sudah jadi warga
Bali, khususnya wilayah Denpasar Sanur. Yang sebelumnya sudah pindah
berkali-kali, mulai dari Singaraja hingga Bringkit-Kediri Tabanan. Dan, KTP
saya pun ikut ortu. Keren dikit lah. KTP Bali.
Ketiga, Malang. Ia, di kota inilah, kedewasaan berfikir saya
di mulai. Menemui hal-hal dan pengalaman baru. Disini saya pertama kuliah
hingga menyelesaikan S2 saya, bahka menemukan damba an dan pujaan hati, wanita
yang saya sangat cintai. Dan sekarang menjadi istri saya. Bersama si kecil yang
nggemesin dan ngangenin. Mereka berdua sekarang masih di kota apel itu.
Ke empat, Metro Lampung. Wiiiih... jauh... ia, Metro adalah
tempat ijab qobul pernikahan saya. Tempat bersejarah dan tempat paling berkesan
dalam perjalanan hidup saya. Walau jauh, tapi terasa dekat karena di sana lah
keluarga istri saya tinggal.
Ke lima, Jember. Inilah tempat terakhir (sementara) dalam
perjalanan hidup ini, yang saya bilang pulang. Kenapa demikian, karena saat
inilah saya mengais rizki di kota ini. Tempat yang memisahkan saya dengan
mereka yang terkasih. Jauh dari orang-orang tercinta. Tempat saya memulai
kembali dari awal, karir pekerjaan sebagai seorang dosen. Pekerjaan yang tidak
pernah saya bayangkan, bahakn hatus jadi Abdi negara tercinta Indonesia.
Inilah 5 tempat, yang semua saya bilang, Pulang. Karena
di tempat-tempat itulah saya mencoba menjadi hamba yang taat, menjadi suami
yang bertanggung jawab, menjadi anak yang berbakti, menjadi menantu yang
membanggakan dan menjadi abdi negara yang tertib dan teratur.