Senin, 17 Agustus 2015

Pulang




Pulang. Satu kata ini jadi buat saya binggung. Kalo artinya sih gampang dan simpel. Habis pergi terus pulang. Pulang ke rumah. Rumah!. Iya rumah. Nah di sinilah saya bingungnya. Rotasi hidup saya kali ini. Seru bahkan penuh tanya jawab. Menjawab apa, ya menjawab pertanyaan kata pulang itu.
Umumnya, pulang itu pulang ke rumah. Kalo pas hari raya istilahnya mudik. Mudik ke kampung halaman. Kampung halaman itu tempat kita lahir. Atau tempat dimana keluarga kita pertama kali tinggal. Atau tempat dimana banyak keluarga kita.
Nah saat ini, saya bingung ketika ditanya, mau kemana. Mau pulang? Ia, saya mau pulang. Tapi pertayaan selanjutnya, pulang kemana? Saat ini ada 5 tempat dimana saya mengistilahkan pulang.
Pertama, ke Lumajang. Tempat saya di lahirkan dan melewati masa-masa kecil yang indah. Tempat bermain dan tempat kenangan kenakalan-kenakalan kecil. Tempat yang tidak terlupakan. Nah, ketika ke Lumajang say juga bilang, mau pulan ke Lumajang. Karena di situlah saya di lahirkan.
Ke dua, ke Bali. Kok bali. Iya, sebab sejak kecil ortu sudah kerja di sana. Mengais rizki dan meninggalkan kampung halaman sejak tahun 1987an. Dan umur saya masih 2 tahunan. Dan saat ini, ortu sudah jadi warga Bali, khususnya wilayah Denpasar Sanur. Yang sebelumnya sudah pindah berkali-kali, mulai dari Singaraja hingga Bringkit-Kediri Tabanan. Dan, KTP saya pun ikut ortu. Keren dikit lah. KTP Bali.
Ketiga, Malang. Ia, di kota inilah, kedewasaan berfikir saya di mulai. Menemui hal-hal dan pengalaman baru. Disini saya pertama kuliah hingga menyelesaikan S2 saya, bahka menemukan damba an dan pujaan hati, wanita yang saya sangat cintai. Dan sekarang menjadi istri saya. Bersama si kecil yang nggemesin dan ngangenin. Mereka berdua sekarang masih di kota apel itu.
Ke empat, Metro Lampung. Wiiiih... jauh... ia, Metro adalah tempat ijab qobul pernikahan saya. Tempat bersejarah dan tempat paling berkesan dalam perjalanan hidup saya. Walau jauh, tapi terasa dekat karena di sana lah keluarga istri saya tinggal.
Ke lima, Jember. Inilah tempat terakhir (sementara) dalam perjalanan hidup ini, yang saya bilang pulang. Kenapa demikian, karena saat inilah saya mengais rizki di kota ini. Tempat yang memisahkan saya dengan mereka yang terkasih. Jauh dari orang-orang tercinta. Tempat saya memulai kembali dari awal, karir pekerjaan sebagai seorang dosen. Pekerjaan yang tidak pernah saya bayangkan, bahakn hatus jadi Abdi negara tercinta Indonesia.
Inilah 5 tempat, yang semua saya bilang, Pulang. Karena di tempat-tempat itulah saya mencoba menjadi hamba yang taat, menjadi suami yang bertanggung jawab, menjadi anak yang berbakti, menjadi menantu yang membanggakan dan menjadi abdi negara yang tertib dan teratur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar